Android

Pertemuan #3: Komponen Fundamental Aplikasi Android

Video 1: Komponen Fundamental Aplikasi Android (Bagian 1)

Video 2: Cara mengaktifkan Komponen

Android merupakan sistem Linux multi-user dimana aplikasi-aplikasi Android dianggap sebagai pengguna yang berbeda dalam sistem Linux. Oleh karenanya, Linux akan menetapkan Linux user ID yang unik untuk setiap aplikasi (hanya diketahui oleh sistem). Selanjutnya sistem akan menetapkan perizinan untuk berkas-berkas yang terdapat dalam sebuah aplikasi, sehingga hanya user ID yang ditunjuk saja yang dapat mengaksesnya.

Setiap proses di Android, berjalan di dalam mesin virtual (VM), sehingga sebuah aplikasi berjalan secara terisolasi dari aplikasi lainnya. Selain itu, setiap aplikasi berjalan di dalam proses Linux-nya masing-masing. Sistem Android akan memulai proses ketika terdapat komponen yang perlu dieksekusi, dan akan mematikannya ketika tidak lagi diperlukan, atau ketika sistem memerlukan memori lebih untuk menjalankan proses lainnya.

Komponen Android

Terdapat empat komponen fundamental yang menjadi bits dan bolts dari sebuah aplikasi Android. Komponen-komponen ini menjadi tempat masuk pengguna atau sistem agar dapat berinteraksi dengan sebuah aplikasi. Komponen-komponen tersebut adalah Activities, Services, Broadcast Receivers, dan Content Providers.

Setiap komponen ini memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Selain itu, setiap komponen memilik siklus hidupnya (life-cycle) masing-masing yang mendefinisikan bagaimana sebuah komponen dibuat hingga dia dihancurkan.

Intents

Untuk mengaktifkan komponen-komponen tersebut diperlukan sebuah objek asinkronus, yang disebut Intent, kecuali untuk komponen Content Provider yang ditrigger oleh Content Resolver. Sebuah Intent dapat dikatakan sebagai sebuah agen pengirim pesan antara komponen–sistem–komponen lainnya. 

Android Manifest

Sebelum sistem Android dapat memulai sebuah komponen, sistem harus terlebih dahulu mengetahui bahwa komponen tersebut ada dalam sebuah aplikasi. Sistem akan membaca berkas manifest aplikasi yang disebut AndroidManifest.xml untuk mengetahuinya. Oleh karenanya, sebuah aplikasi harus mendeklarasikan semua komponen yang digunakannya dalam berkas manifest ini.

Selain mendeklarasikan komponen-komponen yang digunakan di aplikasi, berkas manifest juga digunakan untuk mendeklarasikan beberapa hal lain, seperti: perizinan, level minimum API yang digunakan, perangkat keras dan lunak yang digunakan, dan pustaka API lainnya yang akan digunakan oleh sebuah aplikasi

Referensi

Comments

Related posts